Lagi-lagi, aku tak tau apa yang hendak ku katakan. Maka kurasa aku lebih baik diam, menyimpannya. Kalau kau kira aku diam pada semuanya, kau salah,!!
Kau tentu tak tau dalam diam ku, kuadukan semuanya pada Penciptaku. Semua kesenangan, kekhawatiran, kesenduan, semuanya…
Betapa seharusnya aku mengucapkan terimakasih padamu untuk semua kebaikan ini dan kebaikan itu. Kebaikan yg menyenangkan hati, yang mengangkatnya terlalu tinggi.
Semoga Allah membalasnya dengan yang lebih baik. Begitu pula dengan setiap air mata yg jatuh itu pun telah kuadukan pada Penciptaku. Biar, biar Allah saja yang membalasnya.
Menghitung setiap tetesnya yang mengalir bersama dosa dan menggugurkannya.
Tak apa kalau kau tak memahami atau hendak tak menyadari. Aku akan selalu mengadu pada Tuhanku, karena hanya padaNya aku dapat mengadu.
karena Tuhanlah seadil-adilnya hakim.
Kau tentu tak tau dalam diam ku, kuadukan semuanya pada Penciptaku. Semua kesenangan, kekhawatiran, kesenduan, semuanya…
Betapa seharusnya aku mengucapkan terimakasih padamu untuk semua kebaikan ini dan kebaikan itu. Kebaikan yg menyenangkan hati, yang mengangkatnya terlalu tinggi.
Semoga Allah membalasnya dengan yang lebih baik. Begitu pula dengan setiap air mata yg jatuh itu pun telah kuadukan pada Penciptaku. Biar, biar Allah saja yang membalasnya.
Menghitung setiap tetesnya yang mengalir bersama dosa dan menggugurkannya.
Tak apa kalau kau tak memahami atau hendak tak menyadari. Aku akan selalu mengadu pada Tuhanku, karena hanya padaNya aku dapat mengadu.
karena Tuhanlah seadil-adilnya hakim.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar