Ibu, kaulah segalanya bagiku
01. saat menertawai ibu dianggap suatu prestasi dan ketika
mengolok-olok ibu sendiri dianggap hebat
02. saat memberontak dari lisan ibu dianggap jagoan, ketika membangkang dari nasihat ibu dianggap biasa dan perlu
03. "ibu gue tuh ya, KOLOT banget", "ya ampun, mak gue, RESEH banget" sementara belum kering peluh ibu siapkanmu sarapan subuh itu
04. pinta taat ibumu kau anggap sebagai lelucon, nasihat ikhas ibumu kau anggap jadi banyolan
05. ayo pelajari Islam, ayo kaji Al-Qur'an "halah mi, gue nih masih muda tau nggak? nantilah kalo sudah tua! KAYAK mami"
06. gimana kali mami mati, siapa yang bacain mami Al-Qur'an kalo bukan kamu? "tenang aja mi, kalo mami mati, aku bayar orang yasinan deh!"
07. bila engkau merasa hebat mengapa tiada kau kerjakan tugas ibumu satu haru saja? agar kepalamu yang bebal sedikit belajar?
08. bila engkau tidur dia belum lagi tidur sementara dia sudah bangun saat engkau masih tidur
09. perlu ku beritahu, satu saat yang akan terasa saat ibumu pejamkan mata selama-lamanya, perlukah penyesalan yang mengajarimu?
10. saat semua maaf hanya tersisa di lidah, saat semua sesal hanya tidak berguna, saat semua tangis hanya jadi sia-sia
11. jangan sampai saat dia sudah tiada, baru merasa ibu adalah segala-galanya
12. jangan sampai saat sudah tiada, baru kau merasa ibu lebih penting dari temanmu semua
13. temanmu barulah beberapa tahun bersama ibumu menyertaimu sejak nafas pertama
14. tega-teganya mengolok ibumu didepan teman-temanmu dan kau anggap sebagai hal layak lagi pantas
15. ingatkah saat tubuhmu sakit, pangkuan ibu nan hangat dan senandungnya tentangmu adalah obat?
16. doanya kepadamu tetap sama walau dia tahu engkau berkata buruk tentangnya, doanya kepadamu tetap sama
17. tak henti-henti ia menunggu engkau berubah walau dengan sekali lagi berdiri laksanakan 2 rakaat tahajud dan memohon pada Allah
18. begitulah ibu membuang semua kesenangan hidup saat engkau lahir sementara engkau membuangnya demi tertawamu
19. sebetapapun kasar dirimu, ibu tetap tegar didepanmu dan jangan tanya berapa banyak derai tangisnya, saat dibelakangmu
20. ia menukar hidupnya dengan hidupmu menukar kebahagiaannya dengan kebahagiaanmu
21. "biar ibu BODOH, asal jangan kamu seperti IBU", pahamkah engkau anak manja! perkataan ini?
22. "biar ibu SENGSARA, asal jangan kamu yang seperti IBU", apakah kepalamu susah memahami perkataan?
23. adalah suatu kepastian, satu saat engkau berdiri diatas pusara ibumu yang misteri, apakah kenangan SESAL atau KEKAL
24. itu bila Allah belum mendahulukanmu darinya
25. ibumu hanya satu mengapa tidak kau buat dia bahagia?
26. taati ibu selagi bisa, sungguh setiap senyumnya karenamu memadamkan api neraka, dan jadikan jembatan ke surga.
02. saat memberontak dari lisan ibu dianggap jagoan, ketika membangkang dari nasihat ibu dianggap biasa dan perlu
03. "ibu gue tuh ya, KOLOT banget", "ya ampun, mak gue, RESEH banget" sementara belum kering peluh ibu siapkanmu sarapan subuh itu
04. pinta taat ibumu kau anggap sebagai lelucon, nasihat ikhas ibumu kau anggap jadi banyolan
05. ayo pelajari Islam, ayo kaji Al-Qur'an "halah mi, gue nih masih muda tau nggak? nantilah kalo sudah tua! KAYAK mami"
06. gimana kali mami mati, siapa yang bacain mami Al-Qur'an kalo bukan kamu? "tenang aja mi, kalo mami mati, aku bayar orang yasinan deh!"
07. bila engkau merasa hebat mengapa tiada kau kerjakan tugas ibumu satu haru saja? agar kepalamu yang bebal sedikit belajar?
08. bila engkau tidur dia belum lagi tidur sementara dia sudah bangun saat engkau masih tidur
09. perlu ku beritahu, satu saat yang akan terasa saat ibumu pejamkan mata selama-lamanya, perlukah penyesalan yang mengajarimu?
10. saat semua maaf hanya tersisa di lidah, saat semua sesal hanya tidak berguna, saat semua tangis hanya jadi sia-sia
11. jangan sampai saat dia sudah tiada, baru merasa ibu adalah segala-galanya
12. jangan sampai saat sudah tiada, baru kau merasa ibu lebih penting dari temanmu semua
13. temanmu barulah beberapa tahun bersama ibumu menyertaimu sejak nafas pertama
14. tega-teganya mengolok ibumu didepan teman-temanmu dan kau anggap sebagai hal layak lagi pantas
15. ingatkah saat tubuhmu sakit, pangkuan ibu nan hangat dan senandungnya tentangmu adalah obat?
16. doanya kepadamu tetap sama walau dia tahu engkau berkata buruk tentangnya, doanya kepadamu tetap sama
17. tak henti-henti ia menunggu engkau berubah walau dengan sekali lagi berdiri laksanakan 2 rakaat tahajud dan memohon pada Allah
18. begitulah ibu membuang semua kesenangan hidup saat engkau lahir sementara engkau membuangnya demi tertawamu
19. sebetapapun kasar dirimu, ibu tetap tegar didepanmu dan jangan tanya berapa banyak derai tangisnya, saat dibelakangmu
20. ia menukar hidupnya dengan hidupmu menukar kebahagiaannya dengan kebahagiaanmu
21. "biar ibu BODOH, asal jangan kamu seperti IBU", pahamkah engkau anak manja! perkataan ini?
22. "biar ibu SENGSARA, asal jangan kamu yang seperti IBU", apakah kepalamu susah memahami perkataan?
23. adalah suatu kepastian, satu saat engkau berdiri diatas pusara ibumu yang misteri, apakah kenangan SESAL atau KEKAL
24. itu bila Allah belum mendahulukanmu darinya
25. ibumu hanya satu mengapa tidak kau buat dia bahagia?
26. taati ibu selagi bisa, sungguh setiap senyumnya karenamu memadamkan api neraka, dan jadikan jembatan ke surga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar